Example 728x250
diplomasi globalekonomi duniageopolitikperistiwa internasional

China Kembali Jadi Sorotan Global Usai Manuver Ekonomi dan Diplomasi Terbaru

9
×

China Kembali Jadi Sorotan Global Usai Manuver Ekonomi dan Diplomasi Terbaru

Share this article

Di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah, China kembali menjadi sorotan dunia setelah meluncurkan serangkaian manuver ekonomi dan diplomasi yang menarik perhatian internasional. Dari peningkatan pengaruh di Asia hingga tindakan spionase yang memicu kekhawatiran global, negara ini terus menunjukkan kekuatannya dalam mengatur arah perdagangan dan hubungan internasional.

Strategi Ekonomi yang Mengguncang Pasar Global

Chinese economic diplomacy and global trade summit

China tidak hanya mengandalkan pertumbuhan ekonominya sendiri, tetapi juga melakukan intervensi sistematis untuk mendukung industri dalam negeri. Data dari Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan bahwa ekspor ke AS anjlok 21 persen pada April 2025, seiring dengan peningkatan tarif AS hingga 145 persen. Meski begitu, Beijing terus mencari pasar alternatif di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Asia Tenggara.

Laporan Perwakilan Dagang AS tahun 2024 menyebutkan bahwa China tidak patuh terhadap aturan WTO, termasuk regulasi pengadaan yang tidak transparan dan subsidi tersembunyi kepada BUMN. Taktik ini memperbesar surplus dagang China sambil mengorbankan inovasi global. Menurut laporan FBI, pencurian kekayaan intelektual dan spionase siber merugikan ekonomi AS sebesar USD 225–600 miliar per tahun—sebuah “pajak tak kasat mata” bagi rakyat Amerika.

Spionase yang Memicu Kekhawatiran Internasional

Chinese espionage and intelligence operations in the UK

Selain strategi ekonomi, China juga dikaitkan dengan aktivitas spionase yang semakin canggih. Pada Maret 2025, dua mata-mata Tiongkok tertangkap oleh Kepolisian Inggris, yang disebut sebagai bagian dari operasi untuk mengumpulkan informasi rahasia dari pejabat Inggris di bidang politik, pertahanan, dan bisnis.

Komite Intelijen dan Keamanan Inggris menyebutkan bahwa China telah menembus setiap sektor perekonomian Inggris. Laporan tersebut juga menyoroti kelemahan pengawasan pemerintah Inggris, yang memungkinkan “James Bond” China menyusup ke negara tersebut. Menurut peneliti CENTRIS, AB Solissa, MI5 telah meningkatkan investigasi terhadap aktivitas China hingga tujuh kali lipat dibandingkan 2018.

Persaingan Geopolitik yang Semakin Ketat

Sino-US trade war and geopolitical competition

Perang dagang antara China dan AS bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga melibatkan isu teknologi, perlindungan harta intelek, dan pengaruh global. China terus memperluas kehadirannya di Asia melalui inisiatif seperti Belt and Road, sementara AS berusaha mempertahankan pengaruhnya dengan bekerja sama lebih erat dengan negara-negara seperti Jepang, Australia, dan India.

Pada 2018, Presiden Trump memperkenalkan tarif tinggi terhadap barang China, yang memicu reaksi balasan dari Beijing. Konflik ini tidak hanya mengganggu perdagangan, tetapi juga menciptakan ketidakstabilan ekonomi global. Di tengah situasi ini, China terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam arena geopolitik.

Dampak pada Negara-Negara Asia

China's Belt and Road Initiative in Southeast Asia

Dampak dari persaingan China dan AS juga dirasakan oleh negara-negara Asia. Negara-negara seperti Jepang dan India mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan pada China, sementara beberapa negara lain memilih untuk menjaga hubungan diplomatik dengan kedua belah pihak.

Indonesia, sebagai salah satu negara besar di kawasan, juga harus memperhatikan dinamika ini. Kehadiran China di kawasan Asia Tenggara melalui investasi dan proyek infrastruktur memberikan peluang namun juga tantangan. Negara-negara di kawasan ini harus menyeimbangkan antara kerja sama ekonomi dan keamanan nasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa dampak dari kebijakan ekonomi China terhadap pasar global?

Kebijakan ekonomi China, termasuk subsidi dan intervensi pemerintah, memengaruhi perdagangan global dengan menciptakan ketidakseimbangan. Hal ini memicu reaksi dari negara-negara lain, seperti AS, yang mengenakan tarif tinggi terhadap barang China.

Bagaimana China mengelola hubungan dengan negara-negara Asia?

China menggunakan inisiatif seperti Belt and Road untuk memperluas pengaruhnya di kawasan. Namun, beberapa negara Asia mulai membatasi ketergantungan mereka pada China karena kekhawatiran akan keamanan dan ekonomi.

Apa peran spionase dalam hubungan China dengan negara-negara Barat?

Spionase menjadi alat penting dalam upaya China untuk mendapatkan akses ke informasi rahasia. Aktivitas ini memicu kekhawatiran di negara-negara Barat, terutama Inggris, yang mengalami serangan cyber dan penyusupan intelijen.

Kesimpulan

China kembali menjadi sorotan global akibat manuver ekonomi dan diplomasi yang semakin agresif. Dari kebijakan perdagangan hingga aktivitas spionase, negara ini terus membuktikan kekuatannya dalam memengaruhi dinamika global. Namun, kebijakan ini juga memicu reaksi dari negara-negara lain, yang berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada China. Dalam konteks yang lebih luas, persaingan antara China dan AS menjadi cerminan dari pergeseran kekuasaan global yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *