Example 728x250
ekonomi duniakondisi globaltren global

Korea Selatan Menghadapi Tekanan Ekonomi dan Ketidakpastian Global: Analisis Terkini

8
×

Korea Selatan Menghadapi Tekanan Ekonomi dan Ketidakpastian Global: Analisis Terkini

Share this article

Korea Selatan, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia, kini menghadapi tantangan besar akibat tekanan ekonomi dan ketidakpastian global. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, penurunan daya beli masyarakat, serta ancaman dari perang dagang dan perubahan geopolitik. Situasi ini memicu kekhawatiran tentang masa depan perekonomian Negeri Ginseng.

Kinerja Ekonomi yang Menurun

Korea Selatan ekspor global

Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan mencatat angka negatif pada kuartal II-2020, dengan penurunan sebesar 3,3% secara kuartalan. Pada periode Januari-Maret 2020, PDB juga terkontraksi 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini membuat Korea Selatan resmi mengalami resesi. Penyebab utamanya adalah penurunan ekspor hingga 13,6% dan melemahnya konsumsi domestik sebesar 4,1% pada kuartal tersebut.

Prediksi dari Korea Economic Research Institute (KERI) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Korea Selatan akan turun hingga 2,3% pada tahun 2020. Angka ini jauh lebih rendah dari perkiraan Bank of Korea yang sebelumnya hanya 0,1%. Jika benar terjadi, ini akan menjadi kontraksi pertama sejak krisis valuta asing pada 1998.

(Read also: Singapura Resesi, Perekonomiannya -41,2% pada Kuartal II-2020)

Pengaruh Pandemi dan Perang Dagang

Wabah virus corona menjadi faktor utama dalam penurunan ekonomi Korea Selatan. Sejak kasus pertama tercatat pada 20 Januari 2020, dampaknya dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk ekspor, investasi, dan konsumsi. Sektor ekspor, yang merupakan pilar utama perekonomian, diprediksi akan menyusut 2,2% pada tahun 2020. Sementara itu, pengeluaran pribadi diperkirakan turun 3,7%.

Selain wabah, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga memberikan tekanan pada ekonomi Korea Selatan. Negara ini sangat bergantung pada ekspor, terutama ke pasar Tiongkok. Ketidakstabilan perdagangan global menambah keraguan terhadap prospek ekonomi.

Masalah Sosial yang Menjalar

Korea Selatan kesehatan mental

Di tengah tekanan ekonomi, masalah sosial seperti tingkat bunuh diri dan penurunan kualitas hidup juga menjadi perhatian serius. Laporan tahunan Indikator Kualitas Hidup 2024 menunjukkan bahwa skor kepuasan hidup subjektif warga Korea Selatan turun menjadi 6,4 dari 10, angka terendah dalam empat tahun terakhir. Tingkat bunuh diri juga meningkat drastis, dengan angka tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.

Faktor-faktor seperti tekanan ekonomi, biaya hidup yang tinggi, jam kerja panjang, serta ekspektasi sosial yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan tingkat stres dan kecemasan di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Korea Selatan memiliki perekonomian maju, banyak warganya masih menghadapi kesulitan.

Tantangan di Sektor Tenaga Kerja

Korea Selatan tenaga kerja

Tingkat ketenagakerjaan di Korea Selatan mencapai 62,7% pada tahun 2024, naik tipis dari tahun sebelumnya. Namun, peningkatan ini tidak merata. Partisipasi perempuan dalam dunia kerja meningkat, sementara partisipasi pria menurun. Ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam akses pekerjaan.

Selain itu, pendapatan per kapita Korea Selatan mencatat rekor tertinggi, namun jumlah aset bersih rumah tangga masih jauh dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

Korea Selatan masa depan ekonomi

Korea Selatan kini berada di bawah tekanan ekonomi yang signifikan, didorong oleh pandemi, perang dagang, dan ketidakstabilan global. Meskipun ada sedikit optimisme dari sektor tenaga kerja dan pertumbuhan PDB per kapita, masalah sosial seperti tingkat bunuh diri dan penurunan kualitas hidup tetap menjadi isu penting. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif dan langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

FAQ

Apa penyebab penurunan ekonomi Korea Selatan?

Penurunan ekonomi Korea Selatan disebabkan oleh penurunan ekspor, melemahnya konsumsi domestik, serta dampak dari wabah virus corona dan ketidakstabilan global.

Bagaimana tingkat bunuh diri di Korea Selatan?

Tingkat bunuh diri di Korea Selatan meningkat drastis, dengan angka tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Pria lebih rentan terhadap bunuh diri dibandingkan wanita.

Apa faktor yang memengaruhi kualitas hidup warga Korea Selatan?

Faktor seperti tekanan ekonomi, biaya hidup tinggi, jam kerja panjang, serta ekspektasi sosial tinggi berkontribusi pada penurunan kualitas hidup.

Apakah ada harapan pemulihan ekonomi?

Meski ada sedikit optimisme, pemulihan ekonomi Korea Selatan masih menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian global dan dampak jangka panjang dari pandemi.

Bagaimana situasi tenaga kerja di Korea Selatan?

Tingkat ketenagakerjaan meningkat, namun ada ketimpangan antara pria dan wanita dalam partisipasi kerja. Peningkatan ini tidak sepenuhnya merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *